Estetika Sebagai Logika Pemikiran Alexander Gottlieb -Books Download

Estetika Sebagai Logika Pemikiran Alexander Gottlieb

2019 | 5 views | 0 downloads | 74 Pages | 839.00 KB

fenoemena estetik. Dalam hal ini pula kedua, kedua permasalahan ini tidak terlepas dari adanya pengalaman estetik, yaitu sesuatu yang niscaya timbul dalam hidup manusia. Perhatian manusia banyak ditumpukkan pada pengalaman estetik, dalam kesehariannya manusia banyak memperoleh pengalaman estetik.




UNIVERSITAS INDONESIA,Estetika Sebagai Logika,Pemikiran Alexander Gottlieb Baumgarten. Tentang Estetika, Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Humaniora. Wahyu Akomadin,0704160551,FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA. PROGRAM STUDI ILMU FILSAFAT,Januari 2009,Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009 ii. UNIVERSITAS INDONESIA,Estetika Sebagai Logika,Pemikiran Alexander Gottlieb Baumgarten.
Tentang Estetika,Wahyu Akomadin,0704160551,FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA. PROGRAM STUDI ILMU FILSAFAT,Januari 2009,Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS,Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri. dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk,telah saya nyatakan dengan benar. Nama Wahyu Akomadin,NPM 0704160551,Tanda Tangan,Tanggal 12 Januari 2009.
Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009 iii,KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena atas berkat dan rahmat Nya saya. dapat menyelesaikan skripsi ini Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi. salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Humaniora Jurusan Ilmu Filsafat pada. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Saya menyadari bahwa tanpa bantuan dan. bimbingan dari berbagai pihak dari masa perkuliahan saya sampai pada penyusunan. skripsi ini sangatlah sulit bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini Oleh karena itu. saya ingin mengucapkan terima kasih kepada, Allah SWT selaku Sang Khalik yang telah banyak memberikan segala. kemudahan kepada saya selama ini, Bapak Sunaryo dan Ibu Musiyam selaku kedua orang tua saya yang telah. banyak mendoakan membantu dan mendukung saya selama ini. Bapak Dr M Fuad A selaku Ketua Koordinator S1 Program Studi Ilmu. Filsafat yang telah banyak mendukung dan mengarahkan saya selama ini. Ibu Embun Kenyowati M Hum selaku dosen pembimbing saya yang telah. banyak menyediakan waktu tenaga dan pikiran untuk mengarahkan saya dalam. penyusunan skripsi ini, Bapak Dr A Harsawibawa yang telah banyak membantu dalam usaha. memperoleh data yang saya perlukan, Ibu Dr S Margaretha K yang telah banyak memberikan dukungan moral.
kepada saya selama ini, Bapak Tommy F Awuy yang telah banyak memberikan saran yang. membangun demi masa depan saya, Seluruh Dosen Filsafat UI serta Seluruh Rekan dari Jurusan Filsafat UI. angkatan 2004 yang telah banyak membantu dan mendukung saya selama ini. Seluruh pihak yang telah banyak membantu saya dalam menyelesaikan skripsi. ini baik secara langsung maupun tidak langsung,Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009 v. Akhir kata saya berharap kepada Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan semua. pihak yang telah membantu Semoga skripsi ini membawa manfaat bagi pengembangan. Jakarta 12 Januari 2009,Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009 vi. HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI,TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN PUBLIKASI.
Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia saya yang bertanda tangan di bawah ini. Nama Wahyu Akomadin,NPM 0704160551,Program Studi Ilmu Filsafat. Departemen Ilmu Filsafat,Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Jenis karya Skripsi, demi pengembangan ilmu pengetahuan menyetujui untuk memberikan kepada. Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Nonekslusif Non exclusive Royalty Free. Right atas karya ilmiah saya yang berjudul, Estetika Sebagai Logika Pemikiran Alexander Gottlieb Baumgarten Tentang. Estetika beserta perangkat yang ada jika diperlukan Dengan Hak Bebas Royalti. Nonekslusif ini Universitas Indonesia berhak menyimpan mengalihmedia formatkan. mengelola dalam bentuk pangkalan data database merawat dan mempublikasikan tugas. akhir saya tanpa meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai. penulis pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta, Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Jakarta,Pada tanggal 12 Januari 2009,Yang menyatakan. Wahyu Akomadin,Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009 vii. DAFTAR PUSTAKA, Beardsley Monroe The Artis t Intention in Aesthetics Problems in the Philosophy of. Criticism Harcourt Brace New York 1958, Bell Clive The Aestheyics Hyphotesis Chatto Windus London 1914. Bell Clive The Metaphysical Hypothesis from Art Chatto Windus London 1958. Benjamin Walter The Work of Art in the Age of Mechanical Reproduction in Hannah. Arendt ed Illuminations trans Henry Zohn Harcourt Brace and World New York. Bullough Edward Psychical Distance as a Factor in Art as an Aesthetics Principle. British Journal of Psychology 5 1912, Chadwick Whitney Women Artists and the Institutions of Art in Women Art and.
Society Thames and Hudson London 1990, Collingwood R G Art and Craft in The Principles of Art Oxford University Press. 1983 and kind permission of the author, Danto Arthur Deep Interpretation in The Philosophical Disenfrachisement of Art. Columbia University Press New York 1986 copyright c 1986 by Arthur Danto repr. By permission of Georges Borch Inc for the author, Davies Stephen Autheticity in Musical Performance British Journal of Aesthetics 27. Oxford University Press Oxford 1987, Dickie George Art and the Aesthetics An Institutional Analysis Cornell University. Press Ithaca NY 1974,Feagin Susan Aesthetics Oxford Readers 1997.
Fragin Susan L Reading with Feeling The Aesthetics of Appreciation Cornell. University Press Ithaca NY 1996, Gay John The Enlightenment An Interpetation ii The Science of Freedom New York. Knopf 1969, Goldman Alan H Aesthetic Value Westview Press Boulder Colo 1995. Goodman Nelson Art and Autenticity in Languages of Art An Aprroach to a Theory. of Symbol 2nd edn Hackett Publising Co Indianapolis 1976. Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009, Hammermeister Kai The German Aesthetic Tradition Cambridge 2002. Janaway Cristhopher Reading Aesthetics and Philosophy of Art Blackwell Publising. Kant Immmanuel Art and Genius in Critique of Judgement trans James Creed. Meredith Oxford Clarendon Press 1952, Kemal Salim and Gaskell Ivan eds Explanation and Value in the Arts Cam. bridge Studies in Philosophy and the Arts Cambridge University Press Cambridge. Kelly Michael ed Encyclopedia of Aesthetics Oxford University Press New York. fortcoming, Kieran Matthew Contemporary Debates In Aesthetics Blackwell Publlishing 2005.
Lamarque Peter Aesthetics and The Philosophy of Art Blackwell Publishing 2003. Langer Suzanne Feeling and Form Scribner s New York 1953. Problems of Art Scribner s New York 1957, Levinson Jerrold Defining Art Historically British Journal of Aesthetics 19 1990. Maritain Jacques Art and Scholasticism with Other Essays trans J F Scanlan Sheed. and Ward London 1933, Schaper Eva ed Pleasure Preference and Value Cambridge University Press. Cambridge 1983, Sontag Susan Against Interpretation in Against Interpretation and Other Essays. Farrar Strauss and Giroux New York 1961, Kelly Michael ed Encyclopedia of Aesthetics Oxford University Press New York. fortcoming,Sumarjo Jacob Filsafat Seni 1996, Stecker Robert Artwork Definition Meaning Value Penn State Press University.
Park Pa 1997, Steinberg Leo Other Criteria in Other Criteria Confrontations with Twentieth. Century Art Oxford University Press London and New York 1972. Weitz Morris The Role of Theory in Aesthetics Journal of Aesthetics and Art. Criticism 15 1956,Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009. White Beck Lewis Early German Philosophy Kant and His Predecessors Thomas. Press 1996, William Raymond Culture and Society 1780 1950 London Chatto Windus 1958. ch 2 The Romantic Artist, Worringer Wilhelm Abstraction and Emphaty A Contribution to the Psychology of. Style trans Michael Bullock London Routledge 1953 first publ 1907. http www wikipedia org,http www encyclopedia org,Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009.
DAFTAR ISI,HALAMAN JUDUL i,HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS iii. HALAMAN PENGESAHAN iv,KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH v. HALAMAN PESETUJUAN PUBLIKASI KARYA IMIAH vii,ABSTRAK viii. DAFTAR ISI ix,1 PENDAHULUAN,1 1 Latar Belakang 1,1 2 Rumusan Masalah 2. 1 3 Tujuan Penelitian 4,1 4 Metode Penelitian 5,1 5 Sistematika Penulisan 5.
1 6 Daftar Istilah Penting 8,2 PEMBENTUKAN PEMIKIRAN BAUMGARTEN. 2 1 Pencerahan Sebagai Latar Pemikiran Baumgarten 10. 2 2 Wolff Gerbang Utama Pemikiran Baumgarten 14,2 3 Konsepsi Filsafat Wolff 20. 2 4 Penyebaran dan Perkembangan Wolffianisme Epigoni 21. 3 PEMIKIRAN ESTETIKA BAUMGARTEN,3 1 Estetika Pra Baumgarten 26. 3 2 Konsep Konsep Pemikiran Filosofis Baumgarten 43. 3 2 1 Gagasan 46,3 2 2 Konsep 47,3 2 3 Penalaran 48. 3 3 Keindahan Menurut Baumgarten 49,3 4 Puisi Sebagai Estetika Baumgarten 50.
4 1 Kesimpulan 53,DAFTAR PUSTAKA 60,Nama Wahyu Akomadin. Program Studi Ilmu Filsafat, Judul Estetika Sebagai Logika Menurut Pemikiran A G Baumgarten. Skripsi ini membahas tentang estetika sebagai logika menurut pemikiran filsuf minor. Jerman yaitu Alexander Gottlieb Baumgarten Ia memperkenalkan sebuah konsep yang. bernama Estetika Di dalam pemikirannnya Baumgarten menggunakan puisi sebagai. alat untuk menganalisa keindahan Dalam hal ini pula filsuf ini mencoba mempersoalkan. dunia inderawi sense dan dampaknya pada pikiran Baumgarten melihat akan adanya. persepsi inderawi yang berkembang dari pengalaman merasakan keindahan yang. merupakan aktivitas mental pada manusia dan istilah estetika lah yang ia. gunakan untuk membedakan antara pengetahuan intelektual dan pengetahuan inderawi. Kata kunci,Dunia inderawi estetika keindahan logika. Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009,PENDAHULUAN. 1 1 Latar belakang, Berangkat dari sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa Estetika sebagai.
logika mengantarkan saya untuk mencoba mendalami dan menelusuri tentang. keduanya serta menjelaskan hal hal yang terjadi di dalamnya Kedua hal tersebut. merupakan sesuatu yang menarik dan tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan. Estetika dan logika mencakup dua pengertian yang sangat luas masing masing definisi. memiliki tolak ukur yang berbeda dan definisi yang dikemukakannya pun cenderung. menitikberatkan pada sisi teoretis dan filosofis, Kita ketahui bahwa keindahan merupakan sesuatu yang dapat memberikan sebuah. kesenangan ataupun kebahagiaan Ini dapat dirasakan dinikmati dan juga dihayati. Berbeda dengan logika di dalamnya dibutuhkan agar segala sesuatunya bersifat logis. atau masuk akal Jika dikaitkan maka keduanya saling berhubungan Di dalam. menikmati keindahan dibutuhkan sebuah penghayatan penalaran dan juga sebuah. penarikan kesimpulan agar segala sesuatunya dapat dikatakan indah secara logis. Dalam dunia filsafat keindahan dikenal sebagai persoalan estetik Istilah ini. berasal dari istilah dalam Bahasa Yunani Kuno yaitu aesthesis Artinya adalah persepsi. inderawi Dalam kebudayaan Yunani Kuno persepsi ini merupakan bagian dari dunia. filsafat dan bisa diartikan sebagai pikiran yang muncul dari persepsi inderawi dan. dibedakan dari pikiran yang muncul dari logika, Estetik pada umumnya dikaitkan dengan makna citarasa yang baik keindahan. dan artistik maka estetika adalah disiplin yang menjadikan estetik sebagai objeknya. Estetika diartikan secara sempit sebagai filsafat yang memperhatikan atau. berhubungan dengan segala yang indah pada alam dan seni Untuk memperjelas dan. mengarahkan jalur jelajah filsafat estetika yang berkenaan dengan persoalan seni maka. secara khusus dinamakan filsafat seni Hal ini disebabkan bahwa dalam kenyataan karya. seni tidak hanya berupa objek objek estetik karya indah tetapi berbagai perwujudan. dari ungkapan perasaan yang memiliki nilai nilai seni. Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009 1 Universitas Indonesia. Pendekatan estetika filosofis bersifat spekulatif dalam hal ini mengandung. pengertian bahwa dalam upaya menjawab permasalahan tidak jarang melewati hal hal. yang empiris dan mengutamakan kemampuan logika atau proses mental Estetika. filosofis juga tidak membatasi objek permasalahan seperti halnya estetika keilmuwan. yang membatasi objek penelitiannya pada kenyataan kenyataan yang dapat di indera. Estetika filosofis mencoba mencari jawaban tentang hakekat dan asas dari keindahan atau. fenoemena estetik Dalam hal ini pula kedua kedua permasalahan ini tidak terlepas dari. adanya pengalaman estetik yaitu sesuatu yang niscaya timbul dalam hidup manusia. Perhatian manusia banyak ditumpukkan pada pengalaman estetik dalam kesehariannya. manusia banyak memperoleh pengalaman estetik, Dalam konteks ini yaitu estetika sebagai logika dilatarbelakagi oleh suatu masa. yang disebut dengan masa pencerahan Di masa ini manusia bebas menggunakan. rasionya yang dijadikan sebagai alat analisa berpikir secara kritis Dalam masa ini pula. banyak dilahirkan pemikir rasionalis salah satu contohnya adalah seperti Baumgarten. yang merupakan sosok filsuf minor Jerman yang mencoba mengangkat sebuah konsep. yang bernama estetika, Oleh karena itu dalam skripsi ini akan dicoba untuk dijelaskan tentang estetika. sebagai logika sebagai kelanjutan dari penjelasan di atas. 1 2 Rumusan Masalah, Rumusan masalah pada penulisan skripsi ini adalah mencoba menggali dan.
mengangkat aspek aspek pemikiran estetika filsafat Baumgarten Filsuf ini mencoba. mempersoalkan dunia inderawi sense dan dampaknya pada pikiran Baumgarten. melihat persepsi inderawi yang berkembang dari pengalaman merasakan keindahan yang. merupakan aktivitas mental pada manusia dan Baumgarten menggunakan istilah estetika. untuk membedakan antara pengetahuan intelektual dan pengetahuan inderawi Dalam hal. ini pula untuk memperjelas dan memperkuat tulisan ini akan dijelaskan pula tentang. estetika sebagai logika yang juga merupakan salah satu konsep pemikiran Baumgarten. disamping yang telah disebutkan diatas, Baumgarten juga melihat adanya syarat syarat tertentu dalam menafsirkan karya. seni Ia ingin mengetahui secara pasti mengapa seseorang dapat mengalami keindahan. Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009 2 Universitas Indonesia. dan sanggup mengapresiasi karya seni Dan dalam hal ini dibutuhkan segalanya yang. bersifat logis, Pemahaman estetika dalam pelaksanaannya merupakan sebuah apresiasi. Apresiasi ini merupakan proses sadar yang dilakukan penghayat dalam menghadapi. dalam menghargai karya estetik Apresiasi tidak sama dengan penikmatan Apresiasi. merupakan proses mengenal sesuatu dan menafsirkan makna dan atau arti yang. terkandung di dalamnya apresiasi memiliki dimensi logis sedang penikmatan memiliki. dimensi psikologis, Setiap manusia mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda tergantung. relativitas pemahaman yang dimiliki Ketajaman tingkat bergantung dari latar belakang. budayanya serta tingkat terlibatnya proses pemahaman Sehingga pemahaman tergantung. dari manusianya dalam menghadapi sebuah karya hasil ungkapan keindahan. Keindahan pada umumnya ditentukan sebagai sesuatu yang memberikan. kesenangan atas spiritual batin kita Misal bahwa tidak semua wanita itu cantik tetapi. semua wanita itu mempunyai nilai kecantikan Dari contoh ini kita dapat membedakan. antara keindahan dan nilai keindahan itu sendiri yang harus kita sadari bahwa hal ini. bukanlah sekedar perwujudan yang berasal dari ide tertentu melainkan adanya ekspresi. atau ungkapan dari segala macam ide yang bisa diwujudkan dalam bentuk yang kongkret. Menurut subjektifitas kita menyebut keindahan semacam kesenangan Keindahan. merupakan sesuatu yang sempurna dan kita mengakui bahwa keindahan merupakan. sesuatu yang menyangkut kesempurnaan yang absolut dapat dikatakan semacam. kesenangan tertentu sehingga definisi tersebut sebenarnya hanya pemikiran subjektif. dengan pernyataan yang berbeda Keindahan yakni resepsi atau semacam kesenangan dan. kita menyebut kecantikan yang menyenangkan kita tanpa menimbulkan keinginan kita. Keindahan adalah perlu untuk dipahami dan punya arti penting terhadap. perasaannya aktivitas tersebut dilakukan terutama diperlukan untuk menguji aktivitas itu. sendiri Keindahan dapat ditangkap tergantung dari kesan yang ditangkap dan tidak. semata mata adanya hubungan dengan kesenangan kita untuk mendapatkan sesuatu dari. keindahan itu sendiri, Di dalam teori objektif dijelaskan bahwa keindahan atau ciri ciri yang. menciptakan nilai estetika adalah kualitas yang memang telah melekat pada benda indah. Estetika sebagai Wahyu Akomadin FIB UI 2009 3 Universitas Indonesia.


Related Books

PENGARUH KONSENTRASI TEPUNG MAIZENA TERHADAP SIFAT FISIK ...

PENGARUH KONSENTRASI TEPUNG MAIZENA TERHADAP SIFAT FISIK

i Rebecca Widyawati Kesumadewi (6103013115). Pengaruh Konsentrasi Tepung Maizena Terhadap Sifat Fisik Dan Organoleptik Es Krim Dengan Ovalet Sebagai Emulsifier.

BSNL VRS 2019 - Issue of Future Benefits

BSNL VRS 2019 Issue of Future Benefits

BSNL VRS 2019 - Issue of Future Benefits The BSNL VRS Scheme dt 4-11-2019 assures Terminal benefits as per the following para. 6.2 Terminal Benefits

We focus on contant improvement to provide the highet ...

We focus on contant improvement to provide the highet

This massage is extremely relaxing and offers comfort, especially during a stressful time. BMS120-06 Suuko Synergy Massage 120 minutes 2,900++ BMS150-03 Suuko Synergy Massage with Private Thai Herbal Steam 150 minutes 3,200++ The massage is designed so that the acupressure technique synchronizes with the aroma therapy. This synergy is a

FALL 2017 PROGRAM - International Academy Health Education

FALL 2017 PROGRAM International Academy Health Education

It is the responsibility of the participant to check with the Academy, prior to the course commencement, to confirm that the course will be held as scheduled. Acupressure 1 (NHSc) Learn the oriental concept of energy balancing to create a healthy body. A finger pressure technique that is both pleasant & effective. (1 credit) No pre-requisite

National Highway Works (Road and Bridge) - SOR

National Highway Works Road and Bridge SOR

3 #$ -# # ( 9 3 #$ : !1& ! 5: =. $ @*3!0, '41 # ( 3 #$ " 8 -# # (' *'1 6 0 7 8

EXPERIMENTAL INVESTIGATION ON BITUMINOUS MIXES WITH MORTH ...

EXPERIMENTAL INVESTIGATION ON BITUMINOUS MIXES WITH MORTH

This shows the amount of water penetration is low in the design mix. MoSRTH [2013] In India, MoRTH specification for road and bridge works specifies the maximum percentage between Flakiness and Elongation Indices, the value should not be more than 30% of design mix. Pandey et al [2001] investigate that the shapes of aggregates influence the ...

Research Data Management Framework Report

Research Data Management Framework Report

www.universitiesnz.ac.nz CONZUL-RDM Framework Report 2015 FINAL 2 Table of Contents Purpose of Document

Guide to Combined Heat and Power Systems for Boiler Owners ...

Guide to Combined Heat and Power Systems for Boiler Owners

GUIDE TO COMBINED HEAT AND POWER SYSTEMS FOR BOILER OWNERS AND OPERATORS C. B. Oland July 30, 2004 Prepared for the U.S. Department of Energy Industrial Technologies Program Prepared by OAK RIDGE NATIONAL LABORATORY Oak Ridge, Tennessee 37831 managed by UT-BATTELLE, LLC for the U.S. DEPARTMENT OF ENERGY under contract DE-AC05-00OR22725

Coursework Guide HISTORY A - OCR - Oxford, Cambridge and ...

Coursework Guide HISTORY A OCR Oxford Cambridge and

Oxford Cambridge and RSA Qualification Accredited Guide to Unit Y100 www.ocr.org.uk/history AS and A LEVEL Coursework Guide HISTORY A

BOILER FEED SYSTEM OPERATION AND MAINTENANCE MANUAL

BOILER FEED SYSTEM OPERATION AND MAINTENANCE MANUAL

1 BOILER FEED SYSTEM OPERATION AND MAINTENANCE MANUAL IMPORTANT These instructions are intended as a guide for the Installing Contractor and as a reference for the Operator, Owner and Serviceman.