Bab Ii Tinjauan Pustaka Eprints Umm Ac Id-Books Download

BAB II TINJAUAN PUSTAKA eprints umm ac id
24 Mar 2020 | 16 views | 0 downloads | 16 Pages | 808.24 KB

Share Pdf : Bab Ii Tinjauan Pustaka Eprints Umm Ac Id

Download and Preview : Bab Ii Tinjauan Pustaka Eprints Umm Ac Id


Report CopyRight/DMCA Form For : Bab Ii Tinjauan Pustaka Eprints Umm Ac Id



Transcription

Pada gambar 2 1 di jelaskan bahwa turbin Kaplan beroprasi pada head yang. sangat rendah dengan kapasitas aliran yang tinggi atau bisa beroperasi pada. kapasitas yang rendah Kenapa hal ini terjadi karena sudu sudu tubin Kaplan bisa. di atur dengan cara manual ataupun otomatis untuk merubah kapasitas Kebalikanya. dengan dengan turbin Kaplan yaitu turbin pelton turbin pelton beroprasi pada head. tinggi dengan kapasitas yang rendah Sedangkan turbin francis dengan. karakteristriknya yang beda dengan turbin lainya yaitu dapat beroperasi pada head. yang sangat rendah atau beroprasi pada head yang tinggi sesuai dengan lingkungan. tersebut dan dapat menyusaikan, Dengan cara ini kita dapat menentukan turbin yang kita pilih dengan cara. melihat lingkungan yang ada dengan menentukan head air dan kurang lebih pada. rata rata aliranya Rata rata turbin impuls di buat untuk tempat dengan head tinggi. sedangkan turbin reaksi di gunakan dengan tempat yang head nya rendah Dengan. ini saya menyimpulkan bahwa turbin Kaplan baik digunakan untuk semua jenis. debit dan head dengan itu efesiensi yang di hasilkan sangat baik dalam kondisi. aliran apapun, Dengan teori yang ada pengaplikasian turbin berdasarkan tinggi head yang. didapatkan adalah sebagai berikut, Tabel 2 1 Pengaplikasian turbin air terhadap tinggi head. Jenis Turbin Variasi Head m,Kaplan dan Propeller 2 H 20. Francis 10 H 3500,Pelton 50 H 1000,Cross Flow 6 H 100.
Turgo 50 H 250,Sumber Sunyoto 2013, Di jelaskan bahwa setiap turbine mempunyai kecepatan range dengan. spesifikasi sebagai berikut,Tabel 2 2 Spesifikasi kecepatan pada turbin. No kecepatan spesifikasi Ns RPM Jenis turbin air,1 10 35 Turbin pelton nozel 1. 2 35 60 Turbin pelton nozel 1,3 60 300 Turbin Francis. 4 300 1000 Turbin Kaplan,5 350 1050 Turbin Propeller.
Sumber Sunyoto 2013,2 2 Jenis jenis Turbin Air,Turbin air sendiri mempunyai 2 jenis tipe yaitu. a Turbin impuls atau Turbin aksi, Turbin aksi adalah jenis turbin yang mengalami proses ekspansi fluida. kerja hanya terjadi pada sudu sudu tetapnya saja Energi potensial yang ada. pada air dirubah menjadi energi kinetik pada nosel Dengan demikian air yang. keluar pada nosel akan memancar dengan kecepatan tinggi Pancaran air. tersebut akan menumbuk sudu sudu yang terdapat pada runner sehingga. runner berputar akibat adanya tumbukan air tersebut Dalam proses ekspansi. fluida kerja diharapkan tidak terjadi penurunan tekanan pada sudu gerak. Tetapi pada kenyataannya penurunan tekanan pada sudu gerak tetap ada kecil. dan dapat diabaikan yang diakibatkan oleh adanya gesekan aliran turbulen. dan kerugian lainnya,b Turbin Reaksi, Turbin reaksi disebut juga dengan turbin tekanan lebih karena tekanan. air sebelum masuk roda turbin lebih besar dari pada tekanan air saat keluar roda. turbin Secara umum dapat dikatakan bahwa aliran air yang masuk ke roda. turbin mempunyai energi penuh kemudian energi ini dipakai sebagian untuk. menggerakkan roda turbin dan sebagian lagi dipergunakan untuk. mengeluarkan air kesaluran pembuangan, Proses ekspansi fluida kerja pada turbin reaksi terjadi pada sudu tetap. dan sudu geraknya Air mengalir memasuki roda turbin melalui sudu sudu. pengarah dengan tekanan yang tinggi Pada saat air yang bertekanan tersebut. mengalir kesekeliling sudu sudu runner turbin akan berputar penuh Energi. yang ada pada air akan berkurang ketika meninggalkan sudu Energi yang. hilang tersebut telah diubah menjadi energi mekanis oleh roda turbin. Ada beberapa contoh dari turbin impuls dan turbin rekasi. 1 Turbin Impuls,Michell banki disebut turbin crossflow.
2 Turbin Reaksi,Kincir air,Kaplan Propeleer Tube Starflo Blub. 2 3 Klasifikasi Turbin Air,1 Turbin Pelton, Turbin Pelton termasuk jenis turbin impuls yang mengubah seluruh energi. air menjadi energi kecepatan sebelum memasuki runner turbin Turbin Pelton terdiri. dari satu set sudu jalan yang diputar oleh pancaran air yang disemprotkan dari satu. atau lebih alat yang disebut nozzle Perubahan energi ini dilakukan didalam nozzle. dimana air yang semula mempunyai energi potensial yang tinggi diubah menjadi. energi kinetis Pancaran air yang keluar dari nozzle akan menumbuk bucket yang. dipasang tetap sekeliling runner dan garis pusat pancaran air menyinggung. lingkaran dari pusat bucket Kecepatan keliling dari bucket akibat tumbukan yang. terjadi tergantung dari jumlah dan ukuran pancaran serta kecepatannya Kecepatan. pancaran tergantung dari tinggi air di atas nozzlenya serta effisiensinya Turbin. Pelton adalah salah satu dari jenis turbin air yang paling efisien Turbin Pelton. adalah turbin yang cocok digunakan untuk head tinggi Turbin Pelton untuk. pembangkit skala besar membutuhkan head lebih kurang 150 m tetapi untuk skala. mikro head 20 m sudah mencukupi,Gambar 2 2 Runner Turbin Pelton. Sumber Sunyoto 2013,Gambar 2 3 Turbin Pelton dengan Banyak Nozzle. Sumber Sunyoto 2013,2 Turbin Turgo, Turbin Turgo dapat beroperasi pada head 30 s d 300 m Seperti turbin pelton.
turbin turgo merupakan turbin impuls tetapi sudunya berbeda Pancaran air dari. nozzle membentur sudu pada sudut 20o Kecepatan putar turbin turgo lebih besar. dari turbin Pelton Akibatnya dimungkinkan transmisi langsung dari turbin ke. generator sehingga menaikkan efisiensi total sekaligus menurunkan biaya. Gambar 2 4 Sudu turbin Turgo dan Nozzle,Sumber Sunyoto 2013. 3 Turbin Banki Cross Flow Ossberger, Salah satu jenis turbin impuls ini juga dikenal dengan nama Turbin Michell. Banki yang merupakan penemunya Selain itu juga disebut Turbin Ossberger yang. merupakan perusahaan yang memproduksi turbin crossflow Turbin crossflow. dapat dioperasikan pada debit 20 liter sec hingga 10 m3 sec dan head antara 1 s d. 200 m Turbin crossflow baik sekali digunakan untuk pusat tenaga air yang kecil. dengan daya kurang dari 750 kW Pembuatan dan pemasangan konstruksi sangat. sederhana dan biaya pembuatan murah,Gambar 2 5 Instalasi Turbin Crossflow. Sumber Sunyoto 2013,4 Turbin Francis, Turbin francis petama kali dikembangkan oleh James B Francis pada tahun. 1848 dia mampu membuktikan desainnya untuk menciptakan turbin dengan. efisiensi sampai dengan 90 dia mengaplikasikan ilmu science dengan metode. pengujian untuk menghasilkan turbin dengan efisiensi yang cukup besar kemudian. ia juga membuktikannya dengan perhitungan matematika dan grafik Turbin francis. adalah salah satu jenis turbin air hidraulik yang paling sering digunakan sampai. sekarang turbin ini beroperasi dalam head range antara 10 sampai beberapa ratus. meter dan fungsi utamanya adalah dalam memproduksi tenaga listrik Memiliki. vane antara 9 atau lebih dimana air akan mengenai vane vane tersebut dan. mengelilinginya hingga dapat menyebabkannya berputar. Turbin francis bekerja dengan mengunakan proses tekanan lebih Pada. waktu air masuk ke roda jalan sebagian dari energi tinggi jatuh telah bekerja di. dalam sudu pengarah dan diubah sebagai kecepatan arus masuk kemudian sisa. energi tinggi jatuh dimanfaatkan di dalam sudu jalan Adanya pipa isap. memungkinkan energi tinggi jatuh bekerja di sudu jalan dengan semaksimum. mungkin Turbin ini termasuk turbin reaksi aliran yang mengkombinasikan konsep. aliran radial dan axial Temasuk dalam turbin reaksi yang berarti kerja fluida dalam. hal ini air mengubah tekanan dan bergerak memasuki turbin dan memberikan. energi Inlet dari turbin perancis berbentuk spiral rumah keong yang. menyebabkan air bergerak tangensial memasuki daun baling baling runner. penggerak turbin aliran radial ini mengenai runner dan menyebabkan runner ini. berputar Turbin francis dilaksanakan dengan posisi poros vertikal atau horizontal. Gambar 2 6 Instalasi Turbin Francis,Sumber Sunyoto 2013.
5 Turbin Kaplan dan Propeller, Turbin Kaplan dan propeller merupakan turbin rekasi aliran aksial Turbin. ini tersusun dari propeller seperti pada perahu Propeller tersebut biasanya. mempunyai tiga hingga enam sudu Turbin kaplan adalah turbin yang beroperasi. pada head yang rendah dengan kapasitas aliran air yang tinggi atau bahkan. beroperasi pada kapasitas yang sangat renah Hal ini karena sudu sudu trubin. kaplan dapat diatur secara manual atau otomatis untuk merespon perubahan. Gambar 2 7 a Instalasi Pembangkit dengan Turbin Kaplan dan b Bagian Bagian. Turbin Kaplan,b Bagian Bagian Turbin Kaplan, 1 Scroll Casing tempat air lewat sebelum ke runner dalam turbin. 2 Guide Vanes sudu yang mengarahkan air dan mengontrol aliran serta. banyaknya air yang masuk ke turbin, 3 Draft Tube sebagai discharge line menuju tail race setelah melalui runner. 4 Runner bagian paling penting dari turbin yang berhubungan langsung. dengan poros shaft generator dan terdapat vane yang dapat bergerak serta. 5 Hub Boss bagian paling penting pada runner yang merupakan tempat. sudu sudu dimounting,2 4 Putaran Spesifikasi Pada Turbin. Tabel 2 3 Spesifikasi Turbin Pelton,Turbin Bentuk Ns NII Q m3 s H efektif m.
Pelton Satu Pancaran 9 11 39 8 39 4 0 007 0 011 1800 1650. 11 17 39 4 38 9 0 011 0 024 1650 700,17 25 38 9 37 6 0 024 0 055 700 350. Tabel 2 4 Spesifikasi Turbin Francis,Turbin Bentuk Ns NII Q m3 s H efektif m. Francis Pelahan Normal 50 100 60 8 63 6 0 1 0 35 410 280. 100 150 63 6 67 5 0 35 0 59 280 150,150 190 67 5 72 6 0 59 0 83 150 100. Tabel 2 5 Spesifikasi Turbin Kaplan,Turbin Bentuk Ns NII Q m3 s H efektif m. Kaplan 8 daun 190 250 85 145 0 930 1 220 50,6 daun 250 300 100 155 1290 1 800 35.
5 daun 240 450 110 170 1 600 2 200 20,4 daun 330 560 120 180 2 000 2 350 15. 3 daun 390 690 135 200 2 350 2 450 6,Sumber Patty 1995. 1 Daya Turbin, Dari Head H dan kapasitas Q dapat di simpulkan bahwa daya turbin. yang diperoleh,P Q g H r Dietzel 1980,Masa jenis air. g Gravitasi,H Tinggi air jatuh,Q Kapasitas Air debit.
r Efesiensi Turbin,2 Berdasarkan nilai dari efesiensi Turbin. a 0 8 0 9 untuk turbin francis,b 0 7 0 8 untuk turbin cross flow. c 0 8 0 9 untuk turbin propeller Kaplan,d 0 8 0 85 untuk turbin pelton. 3 Kecepatan Putaran n, Dalam menentukan kecepatan putaran harusnya di tentukan setinggi. mungkin karena dengan kecepatan putar yang tinggi dapat di hasilkan. poros yang kecil moment puntir yang kecil dan bagian mesin lainya. 4 Kecepatan Spesifik nq, Kecepatan spesifikasi nq dari suatu turbin adalah kecepatan runer yang.
dapat di hasilkan daya efektif 1 BHP untuk setinggi 1 m. nq n rpm Sularso 1994,n kecepatan turbin,n Kecepatan putar turbin rpm. Q Kapasitas Air m3 s,5 Kapasitas aliran, Kapasitas air yang mengalir merupakan pengaruh dan luas penampang. dan kecepatan aliran Setelah di ketahui luas saluran penampang A dan. kecepatan aliran C maka kapasitas air yang mengalir Q adalah. A luas penampang saluran m2,c Kecepatan aliran m s. 2 5 Diameter pipe,D Diameter pipe,Q debit air m3 s. 2 6 Perancangan tebal pipe,Tp Tebal pipe cm,D diameter penstock cm.
2 7 Kecepatan aliran, Untuk menghitung kecepatan air pada sudu turbin diperlukan factor. V Kecepatan aliran air m s Dietzel 1980,g Gravitasi m s2. a Kecepatan Tangensial masuk sudu sisi luar,U1 U1 2 Dietzel 1980. U1 Kecepatan tangensial masuk sudu sisi luar,g Gravitasi. b Diameter luar sudu,D1 Dietzel 1980, c Kecepatan tangensial masuk sudu pada leher poros.
UN UN 2 Dietzel 1980, UN kcepatan tangensial masuk sudu pada leher poros m s. g Gravitasi m s2,d Diameter leher poros,DN Diameter leher poros. D1 Diameter luar sudu,e Kecepatan meridian pengarah. Cmpengarah Cmpengarah 2,Cmpengarah Kecepatan meridian pengarah m s. g Gravitasi m s2,f Luas penampang sudu A,A Luas penampang sudu m2.
DN Diameter leher poros,D1 Diameter luar sudu,g Kecepatan Meredian Sudu C2m C2. C2m Kecepatan Meredian Sudu m s,Q Debit air m3 s,A A Luas penampang sudu m2. h Kecepatan tangensial pada tengah sudu atau U rata rata. UM U1 UN 2,UM Kecepatan tangensial pada tengah sudu U m s. U1 Kecepatan tangensial masuk sudu sisi luar m s, UN kcepatan tangensial masuk sudu pada leher poros m s. i Kecepatan mutlak msuk sudu pada arah u m s,CU1 Kecepatan mutlak msuk sudu pada arah u m s.
T Efesiensi turbin,g Gravitasi m s2,UM Kecepatan tangensial pada tengah sudu U m s. j Kecepatan Mutlak masuk sudu pada tengah sudu, C1 Kecepatan Mutlak masuk sudu pada tengah sudu m s. C2m Kecepatan meridian keluar sudu m s,Cu1 Kecepatan absolute m s. k Kecepatan relative keluar sudu pada tengah tengah sudu. W1 Kecepatan relative keluar sudu pada tengah tengah sudu m s. UM Kecepatan tangensial pada tengah sudu U m s,C2m Kecepatan meridian keluar sudu m s. l Jumlah kesuluruhan lebar sudu bx,B Jumlah kesuluruhan lebar sudu.


Related Books

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - eprints.undip.ac.id

BAB II TINJAUAN PUSTAKA eprints undip ac id

Rapat massa (?) adalah ukuran ... Berat jenis (? ) adalah berat benda persatuan volume pada temperatur dan tekanan tertentu, dan berat ... Rumus Standar Deviasi :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Diare - eprints.undip.ac.id

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Diare eprints undip ac id

dapat menimbulkan intoleransi, ... maka patofisiologi diare dapat dibagi dalam tiga macam kelainan pokok yang ... Dalam hal ini laktosa yang terdapat dalam susu

BAB II TINJAUAN LITERATUR - eprints.undip.ac.id

BAB II TINJAUAN LITERATUR eprints undip ac id

Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian analisis sitiran adalah kajian tentang sitiran atau daftar pustaka yang tercantum dalam sebuah literatur seperti artikel dalam jurnal, buku, skripsi, tesis, disertasi ataupun literatur lainnya, dengan melakukan pemeriksaan sitiran (kutipan) apakah

DAFTAR PUSTAKA - eprints.walisongo.ac.id

DAFTAR PUSTAKA eprints walisongo ac id

Junainah, Skripsi dengan judul, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pelunasan Utang Sapi untuk Penanaman Tembakau Berdasarkan Ketentuan Kreditur di Ds.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Nyeri - eprints.undip.ac.id

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Nyeri eprints undip ac id

menyebabkan nyeri yang dialihkan ke sepanjang bagian tubuh yang diinervasi oleh saraf yang rusak tersebut sesuai dermatom tubuh. f. Nyeri phantom: persepsi nyeri dihubungkan dengan bagian tubuh yang hilang seperti pada amputasi ekstremitas.6 2.1.2 Mekanisme nyeri Tiga hal penting dalam mekanisme nyeri yakni: mekanisme nosisepsi,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - eprints.poltekkesjogja.ac.id

BAB II TINJAUAN PUSTAKA eprints poltekkesjogja ac id

(Notoatmodjo, 2014:56). Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat. Berikut ini tiga faktor utama yang mempengaruhi perilaku (Notoatmodjo, 2007:15). a. Faktor Predisposisi Faktor predisposisi mencakup aspek pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap tradisi, kebiasaan dan kepercayaan masyarakat ...

Medium-Term Expenditure Framework: Application to Current ...

Medium Term Expenditure Framework Application to Current

DPE053/001/2013 30 September 2013 Circular 15/13: Medium-Term Expenditure Framework: Application to Current Expenditure 1. The purpose of this Circular is to set ...

Level One Diploma in Carpentry and Joinery Puzzle Book Extract

Level One Diploma in Carpentry and Joinery Puzzle Book Extract

CC1005 Maintain and use Carpentry and Joinery Hand T CC1006 Carpentry and Joinery Portable Power T - Answers This publication forms part of a range of vocational puzzle books and learning support material designed and produced by Selectahead Ltd. Full details of the entire range are available from www.selectahead.co.uk. Published by

Carpentry and Joinery Level Two Diploma Puzzle Book Extract

Carpentry and Joinery Level Two Diploma Puzzle Book Extract

Carpentry and Joinery Level Two Diploma Puzzle Book Extract Unit Numbers Contents Page Number CC1001 Carry Out Safe Working Practices in Construction 4-13 CC2002 Information, Quantities and Communicating with Others 14-20 CC2003 Building Methods and Construction Technology (2) 21-25 CC2008 First Fixing Operations (Site Carpentry) 26-30 CC2009 Second Fixing Operations (Site Carpentry) 31-41

APPENDIX 13A CORMIX MODEL OUTPUT - alberta.ca

APPENDIX 13A CORMIX MODEL OUTPUT alberta ca

Volume 2: Environmental and Sturgeon Upgrader Project Socio-economic Impact Assessment Appendix 13A: CORMIX Model Output December 2006 Page 13A-1