Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu -Books Download

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH MENGKUDU
14 Feb 2020 | 28 views | 0 downloads | 38 Pages | 557.33 KB

Share Pdf : Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu

Download and Preview : Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu


Report CopyRight/DMCA Form For : Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu



Transcription

PENDAHULUAN,A Latar Belakang, Makanan berperan penting dalam kehidupan makhluk hidup sebagai. sumber tenaga pembangun pengatur bahkan penyembuh sakit Bahkan makanan. harus terjamin mutunya paling tidak diproses secara alami tanpa tambahan zat. kimia sehingga baik untuk tubuh Saat ini banyak ditemukan makanan yang. mengandung zat kimia yang berpotensi toksik pada tubuh Bahan Tambahan. Pangan BTP adalah zat yang ditambahkan pada makanan untuk memperbaiki. tampilan makanan misalnya menjadi lebih awet tampil lebih menarik dan berasa. lebih mantap Nurmaini 2001, Salah satu jenis BTP yang menjadi kontroversi adalah penggunaan. formalin sebagai bahan pengawet makanan Formalin umumnya digunakan untuk. mengawetkan mayat namun kenyataannya banyak ditemukan kandungan. formalin untuk mengawetkan makanan seperti tahu mie basah ikan asin bahkan. dalam berbagai jenis daging Badan Pengawas Obat dan Makanan RI 2004. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, No 1168 MENKES PER X Tahun 1999 disebutkan larangan penggunaan. formalin sebagai bahan tambahan makanan dalam makanan Formalin merupakan. zat kimia racun bila tertelan akan menyebabkan iritasi lambung mual muntah. mulas mimisan kerusakan ginjal radang paru paru gangguan jantung kerusakan. hati kerusakan saraf iritasi kulit kebutaan kerusakan organ reproduksi bahkan. kematian Hasyim dkk 2006, Bahan pengawet diperlukan agar makanan tahan lama tanpa menurunkan. kualitas makanan misalnya produk daging Daging segar mengandung bakteri. yang berasal dari peralatan proses pengolahan pekerja dan air Purwani dkk. 2008 berhasil mengisolasi beberapa bakteri yang terdapat pada daging segar. yaitu Acinetobacter calcoaciticus Bacillus alvei Bacillus cereus ATCC 1178. Bacillus licheniformis Klebsiella oxytoca ATCC 49131 Klebsiella pneumoniae. ATCC 33495 Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Staphylococcus. saprophyticus ATCC 15305 Enterobacter aerogenes ATCC 13048 Escherichia. coli ATCC 11229 Bakteri tersebut berpotensi menyebabkan pembusukan karena. aktivitasnya dalam mendegradasi protein sebab daging mempunyai kandungan. protein yang tinggi Protein digunakan bakteri untuk metabolismenya. Menurut Harsojo dkk 2005 daging segar yang tidak langsung diolah. dapat cepat mengalami pembusukan akibat aktivitas bakteri Daging yang. tercemar bakteri patogen akan berbahaya bila dikonsumsi karena akan. menimbulkan penyakit untuk itu perlu dilakukan adanya proses pengawetan pada. saat proses distribusinya Proses pengawetan harus dilakukan secara aman tanpa. menurunkan kualitas daging mengingat tingginya nilai nutrisi dalam daging yang. penting bagi manusia, Penelitian untuk mendapatkan pengawet alami perlu dilakukan karena.
sebagian besar bahan pengawet yang beredar merupakan zat kimia dan sifatnya. yang tidak aman bagi tubuh Pengawet alami adalah suatu senyawa yang. dihasilkan oleh bahan alam yang dapat menekan pertumbuhan dan perkembangan. bakteri Salah satu bahan alam yang berpotensi mempunyai aktivitas sebagai. pengawet alami adalah mengkudu Morinda citrifolia L karena buahnya. mengandung alizarin glikosida scopoletin acubin L asperuloside dan. flavonoid yang diketahui bersifat antibakteri Winarti 2005 Erfi dan Prasetyo. 2005 Peter 2005, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana aktivitas antibakteri. ekstrak etanol buah mengkudu M citrifolia L terhadap bakteri pembusuk. daging segar antara lain Bacillus cereus ATCC 1178 Staphylococcus. saprophyticus ATCC 15305 Enterobacter aerogenes ATCC 13048 dan. Escherichia coli ATCC 11229 sehingga dapat digunakan sabagai bahan pengawet. B Perumusan Masalah, 1 Bagaimana aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol buah mengkudu. M citrifolia L terhadap bakteri B cereus ATCC 1178 S saprophyticus. ATCC 15305 E aerogenes ATCC 13048 dan E coli ATCC 11229. 2 Berapa konsentrasi minimum ekstrak etanol buah mengkudu. M citrifolia L yang mampu menghambat bakteri B cereus ATCC 1178. S saprophyticus ATCC 15305 E aerogenes ATCC 13048 dan E coli. ATCC 11229, 3 Berapa konsentrasi minimum ekstrak etanol buah mengkudu. M citrifolia L yang mampu membunuh bakteri B cereus ATCC 1178. S saprophyticus ATCC 15305 E aerogenes ATCC 13048 dan E coli. ATCC 11229,C Tujuan Penelitian, 1 Dapat mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol buah mengkudu. M citrifolia L terhadap bakteri B cereus ATCC 1178 S saprophyticus. ATCC 15305 E aerogenes ATCC 13048 dan E coli ATCC 11229. 2 Dapat menentukan konsentrasi minimum ekstrak etanol buah mengkudu. M citrifolia L yang mampu menghambat bakteri B cereus ATCC 1178. S saprophyticus ATCC 15305 E aerogenes ATCC 13048 dan E coli. ATCC 11229, 3 Dapat menentukan konsentrasi minimum ekstrak etanol buah mengkudu.
M citrifolia L yang mampu membunuh bakteri B cereus ATCC 1178. S saprophyticus ATCC 15305 E aerogenes ATCC 13048 dan E coli. ATCC 11229,D Manfaat Penelitian, Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memberitahu. masyarakat bahwa buah mengkudu mempunyai kandungan senyawa kimia yang. penting bagi tubuh memberikan keterangan akan bahaya bahan pengawet. makanan yang berupa bahan kimia banyak beredar di masyarakat seperti formalin. memberitahukan bahwa daging segar dengan mudah terkontaminasi bakteri yang. menyebabkan pembusukan memberikan informasi mengenai penggunaan ekstrak. etanol buah mengkudu M citrifolia L dapat menghambat ataupun membunuh. bakteri pembusuk daging segar seperti B cereus ATCC 1178 S saprophyticus. ATCC 15305 E aerogenes ATCC 13048 dan E coli ATCC 11229. LANDASAN TEORI,A Tinjauan Pustaka,1 Mengkudu M citrifolia L. a Klasifikasi,Filum Angiospermae,Sub filum Dicotyledoneae. Divisio Lignosae,Family Rubiaceae,Genus Morinda,Spesies M citrifolia L. Djauhariya 2003, Gambar 1 Buah Mengkudu M citrifolia L Redriguez 2008.
b Nama daerah, Pace Jawa Cangkudu Pasundan Kodhuk Madura Bakudu Sumatra. Wangkudu Kalimantan Bakulu Nusa Tenggara Suryowinoto 1997. c Deskripsi, Mengkudu termasuk jenis tanaman pohon dan berbatang bengkok. ketinggian dapat mencapai 3 8 m Daun tunggal dengan ujung dan pangkal. kebanyakan runcing Buahnya termasuk buah bongkol benjol benjol tidak teratur. berdaging jika masak daging buah berair Buah masak berwarna kuning kotor. atau putih kekuning kuningan dengan panjang 5 10 cm lebar 3 6 cm. Suryowinoto 1997, Tanaman mengkudu berbuah sepanjang tahun Mudah tumbuh pada. berbagai tipe lahan dengan daerah penyebaran dari dataran rendah hingga. ketinggian 1500 dpl Ukuran dan bentuk buahnya bervariasi pada umumnya. mengandung banyak biji dalam satu buah terdapat 300 biji namun ada juga tipe. buah mengkudu yang memiliki sedikit biji Bijinya dibungkus oleh suatu lapisan. atau kantong biji sehingga daya simpannya lama dan daya tumbuhnya tinggi. Dengan demikian perbanyakan mengkudu dengan biji sangat mudah dilakukan. Djauhariya dkk 2006,d Kandungan Kimia dan Manfaat, Buah mengkudu M citrifolia L mengandung scopoletin sebagai. analgesik antiradang antibakteri Glikosida sebagai antibakteri antikanker. imunostimulan Alizarin Acubin L Asperuloside dan flavonoid sebagai. antibakteri Vitamin C sebagai antioksidan Peter 2005 Waha 2000 Winarti. 2 Ekstraksi, Ekstraksi adalah teknik pemisahan suatu senyawa berdasarkan perbedaan.
distribusi zat terlarut diantara dua pelarut yang saling bercampur Pada umumnya. zat terlarut yang diekstrak bersifat tidak larut atau larut sedikit dalam suatu pelarut. tetapi mudah larut dengan pelarut lain Metode ekstraksi yang tepat ditemukan. oleh tekstur kandungan air bahan bahan yang akan diekstrak dan senyawa. senyawa yang akan diisolasi Harborne 1996, Proses pemisahan senyawa dalam simplisia menggunakan pelarut tertentu. sesuai dengan sifat senyawa yang akan dipisahkan Pemisahan pelarut. berdasarkan kaidah like dissolved like artinya suatu senyawa polar akan larut. dalam pelarut polar Ekstraksi dapat dilakukan dengan bermacam macam metode. tergantung dari tujuan ekstraksi jenis pelarut yang digunakan dan senyawa yang. diinginkan Metode ekstraksi yang paling sederhana adalah maserasi Noerono. dalam Pratiwi 2009, Maserasi adalah perendaman bahan alam yang dikeringkan simplisia. dalam suatu pelarut Metode ini dapat menghasilkan ekstrak dalam jumlah. banyak serta terhindar dari perubahan kimia senyawa senyawa tertentu karena. pemanasan Rusdi dalam Pratiwi 2009,3 Antibakteri, Antibakteri merupakan bahan atau senyawa yang khusus digunakan untuk. kelompok bakteri Antibakteri dapat dibedakan berdasarkan mekanisme kerjanya. yaitu antibakteri yang menghambat pertumbuhan dinding sel antibakteri yang. mengakibatkan perubahan permeabilitas membran sel atau menghambat. pengangkutan aktif melalui membran sel antibakteri yang menghambat sintesis. protein dan antibakteri yang menghambat sintesis asam nukleat sel Aktivitas. antibakteri dibagi menjadi 2 macam yaitu aktivitas bakteriostatik menghambat. pertumbuhan tetapi tidak membunuh patogen dan aktivitas bakterisidal dapat. membunuh patogen dalam kisaran luas Brooks dkk 2005. Uji aktivitas antibakteri dapat dilakukan dengan metode difusi dan metode. pengenceran Disc diffusion test atau uji difusi disk dilakukan dengan mengukur. diameter zona bening clear zone yang merupakan petunjuk adanya respon. penghambatan pertumbuhan bakteri oleh suatu senyawa antibakteri dalam ekstrak. Syarat jumlah bakteri untuk uji kepekaan sensitivitas yaitu 105 108 CFU mL. Hermawan dkk 2007, Metode difusi merupakan salah satu metode yang sering digunakan. Metode difusi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu metode silinder metode. lubang sumuran dan metode cakram kertas Metode lubang sumuran yaitu. membuat lubang pada agar padat yang telah diinokulasi dengan bakteri Jumlah. dan letak lubang disesuaikan dengan tujuan penelitian kemudian lubang. diinjeksikan dengan ekstrak yang akan diuji Setelah dilakukan inkubasi. pertumbuhan bakteri diamati untuk melihat ada tidaknya daerah hambatan di. sekeliling lubang Kusmayati dan Agustini 2007, Prinsip metode pengenceran adalah senyawa antibakteri diencerkan hingga.
diperoleh beberapa macam konsentrasi kemudian masing masing konsentrasi. ditambahkan suspensi bakteri uji dalam media cair Perlakuan tersebut akan. diinkubasi dan diamati ada atau tidaknya pertumbuhan bakteri yang ditandai. dengan terjadinya kekeruhan Larutan uji senyawa antibakteri pada kadar terkecil. yang terlihat jernih tanpa adanya pertumbuhan bakteri uji ditetapkan sebagai. Kadar Hambat Minimal KHM atau Minimal Inhibitory Concentration MIC. Larutan yang ditetapkan sebagai KHM tersebut selanjutnya dikultur ulang pada. media cair tanpa penambahan bakteri uji ataupun senyawa antibakteri dan. diinkubasi selama 18 24 jam Media cair yang tetap terlihat jernih setelah inkubasi. ditetapkan sebagai Kadar Bunuh Minimal KBM atau Minimal Bactericidal. Concentration MBC Pratiwi 2008,4 Staphylococcus saprophyticus. Kingdom Prokaryota,Divisio Firmicutes,Class Bacilli. Ordo Bacillales,Family Staphylococcaceae,Genus Staphylococcus. Spesies S saprophyticus,Brooks dkk 2005, Gambar 2 S saprophyticus pada media Mannitol Salt Agar Tsang 2006. S saprophyticus merupakan bakteri gram positif bentuk bulat berdiameter. 1 m biasanya tersusun dalam bentuk kluster yang tidak teratur seperti anggur. Bersifat aerob nonmotil dan tidak membentuk spora tumbuh dengan cepat pada. temperatur 37 C S saprophyticus mampu memfermentasi karbohidrat seperti. fermentasi mannitol dalam media Mannitol Salt Agar yang ditunjukkan dengan. warna kuning Gambar 2 serta menghasilkan asam laktat Bakteri ini. menyebabkan infeksi traktus urinarius pada wanita muda S saprophyticus khas. tidak berpigmen resisten terhadap novobiosin dan nonhemolitik Brooks dkk. 5 Bacillus cereus,Kingdom Prokaryota,Divisio Firmicutes.
Class Bacilli,Ordo Bacillales,Family Bacillaceae,Genus Bacillus. Spesies B cereus,Todar 2008, Gambar 3 B cereus pada media Luria Agar LA inkubasi suhu kamar. selama 24 jam Hedetniemi dan Liao 2006, B cereus merupakan bakteri gram positif bersifat aerob fakultatif dan. motil Beberapa bakteri gram positif seperti genus Bacillus Sporolactobacillus. Clostridium Sporosarcina dan Thermoactinomyces merupakan bakteri yang. mampu membentuk endospora Pembentukan endospora bagi bakteri sangat. penting karena struktur endospora yang tebal dapat berfungsi sebagai pelindung. panas Atlas dan Richard 1987, B cereus motil berkemampuan untuk menghancurkan sel darah merah. hemolytic Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan ada dua tipe. penyakit yang diakibatkannya yaitu tipe emetik dan tipe diare Tipe emetik. ditandai dengan mual dan muntah muncul gejala setelah masa inkubasi sekitar. 1 6 jam Tipe diare ditandai dengan rasa sakit perut dan buang air besar muncul. gejala setelah masa inkubasi sekitar 6 24 jam Todar 2008. 6 Enterobacter aerogenes,Kingdom Prokaryota,Divisio Proteobacteria.
Class Gamma Proteobacteria,Ordo Enterobacteriales,Family Enterobacteriaceae. Genus Enterobacter,Spesies E aerogenes,Brooks dkk 2005. Gambar 4 E aerogenes pada media Luria Agar LA inkubasi 37 C. selama 24 jam Hedetniemi dan Liao 2006, E aerogenes adalah bakteri gram negatif berukuran 0 5 m x 3 0 m. berbentuk batang tidak membentuk spora E aerogenes bersifat fakultatif. anaerob dan merupakan bakteri patogen yang menyebabkan infeksi oportunistik. Pada umumnya tidak menimbulkan penyakit pada individu sehat tetapi bila. kondisi individu lemah dapat menjadi patogen Beberapa jenis pengobatan. menjadi resisten akibat dari keberadaan bakteri tersebut di dalam lingkungan. rumah sakit Brooks dkk 2005,7 Escherichia coli,Kingdom Prokaryota. Divisio Gracilicutes,Class Scotobacteria,Ordo Eubacteriales.
Family Enterobacteriaceae,Genus Escherichia,Spesies E coli. Juliantina dkk 2008, Gambar 5 E coli pada media LA inkubasi 37 C selama 24 jam. Hedetniemi dan Liao 2006, E coli merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang pendek motil. aktif dan tidak membentuk spora Pembiakkan E coli bersifat aerob atau fakultatif. anaerob pertumbuhan optimum pada suhu 37 C E coli mempunyai beberapa. antigen yaitu antigen O polisakarida antigen K kapsular antigen H flagella. Antigen O merupakan antigen somatik berada dibagian terluar dinding sel. lipopolisakarida dan terdiri dari unit berulang polisakarida Antibodi terhadap. antigen O adalah IgM Antigen K adalah antigen polisakarida yang terletak di. kapsul Juliantina dkk 2008,B Kerangka Pemikiran, Berdasarkan latar belakang dapat disusun suatu kerangka pemikiran yang. disajikan dalam bentuk bagan pada gambar berikut,Bakteri pembusuk pada daging Buah mengkudu.
segar Morinda citrifolia L,Bakteri Alizarin Glikosida. Scopoletin Acubin,B cereus ATCC 1178 L Asperuloside dan. S saprophyticus ATCC 15305 Flavonoid,E aerogenes ATCC 13048. E coli ATCC 11229,Aktivitas antibakteri,Uji Antibakteri. Metode Difusi dan Dilusi,Bahan Pengawet Alami,Gambar 6 Kerangka Pemikiran Penelitian.


Related Books

Shell Egg Graders Handbook - Agricultural Marketing Service

Shell Egg Graders Handbook Agricultural Marketing Service

Shell Egg Graders Handbook AMS PY Instruction No. 910 (Shell Eggs) - 1 The USDA grademark assures that eggs are processed, packaged, and certified for grade and size under the continuous supervision of the United States Department of Agriculture

ANTI - BRIBERY AND CORRUPTION MANUAL

ANTI BRIBERY AND CORRUPTION MANUAL

exceptions, PETRONAS employees and directors (executive and non-executive), family members or agents acting for or on behalf of PETRONAS employees, directors or their family members are prohibited from, directly or indirectly, receiving or providing gifts. PETRONAS requires employees and directors to abide by this policy to avoid conflict of

Empire Handbook 03.01.19 Clean SG

Empire Handbook 03 01 19 Clean SG

extends to the actions of all employees (regardless of their position or seniority), vendors, contractors, visitors, clients, or anyone else who comes in contact with our employees while they are engaged in company business. Workplace Harassment refers to objectionable, intimidating, or hostile actions,

LR2-D thermal relay - ck-electrical.com

LR2 D thermal relay ck electrical com

LR2-D thermal relay Applications This series of thermal relay can be used in the circuit of 50Hz or 60Hz, rated insulation volt-age 660V, rated current 0.1-96A for protecting the phase break when the electric motor is overload. The relay has different mechanism and temperature compensation & can be pluged in KLC1-D series AC contactor. It is ...

Safety Culture Policy Statement: Core values & Behaviors ...

Safety Culture Policy Statement Core values amp Behaviors

Safety Culture Policy Statement. Definition of Safety Culture Safety culture is the core values and behaviors resulting from a collective commitment by leaders and individuals to emphasize safety over competing goals to ensure protection of people and the environment.

Product Data - Carriercca.com

Product Data Carriercca com

3 FEATURES AND BENEFITS (cont.) Coil flexibility Model 40RU direct- expansion coils have galvanized steel casings; inlet and outlet connections are on the same end.

AERA Online Paper Repository

AERA Online Paper Repository

interviews, Aboriginal students and community members express their views of the characteristics of effective teachers and effective teaching. Considering that the national education discourse in Australia is monopolised by discussion on teaching and teacher quality, we problematize this discourse based upon what members of the local Aboriginal

Embedding Aboriginal and Torres Strait Islander ...

Embedding Aboriginal and Torres Strait Islander

The need for embedding Aboriginal and Torres Strait Islander perspectives within schools is based on the premise that increased understanding is needed to build corporate knowledge within the Northern Territory Department of Education and Training (NTDET) that is responsive to the needs of an important client group.

Row Art No. Product Name 101613.0500 101613.1000 101614

Row Art No Product Name 101613 0500 101613 1000 101614

Row Art No. Product Name 1 101613.0500 Agar-agar ultrapure, granulated for microbiology 2 101613.1000 Agar-agar ultrapure, granulated for microbiology 3 101614.1000 Agar-agar granulated, purified and free from inhibitors for microbiology 4 101800.0500 Alkaline Peptone Water for microbiology 5 116387.0001 Anaerobic jar 2,5 l-volume for microbiology 6 107040.0001 Petri-dish rack for up to 12 ...

Gateway to primary care cancer education

Gateway to primary care cancer education